Rabu, 08 Juli 2009

MENYENTANG PILPRES 2009

Tiga kandidat calon presiden dan wakilnya sudah menyampaikan visi dan misinya, baik dilayar televisi, radio maupun media cetak. Setelah masa tenang 3 hari habis maka 8 Juli 2009 merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam kehidupanku karena aku harus menjatuhkan pilihan pada satu pasangan calon presiden dan wakilnya. Bukan perkara yang sulit kalau sekedar menyentang/menyontreng. Tapi yang sulit terletak dalam hati setiap orang yang harus menentukan sikap siapa yang pas untuk menjadi pemimpin nasional 5 tahun kedepan.

Walaupun serba singkat di TPS, namun wajah para kandidat tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja beserta nomor urutnya.


Ibu Megawati Soekarnoputri pernah menjabat wakil presiden yang ke 8 dibawah pemerintahan KH Abdurrahman Wahid. Kurang dari dua tahun, tepatnya tanggal 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Ibu Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 menggantikan KH Abdurrahman Wahid. Ibu Megawati menjadi presiden hingga 20 Oktober 2003. Setelah habis masa jabatannya, Ibu Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden langsung tahun 2004. Namun, beliau gagal untuk kembali menjadi presiden setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang akhirnya menjadi Presiden RI ke-6. Pada 2009 ini kembali maju sebagai Capres dengan menggandeng Bp. Prabowo sebagai wakilnya.

Bp. Susilo Bambang Yudhoyono, memulai karir politik tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam. Pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di atas 60 persen. Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6. Dan pada Pilpres 2009 beliau menggandeng Bp. Boediono sebagai wakilnya.



Bp. Yusuf kalla mempunyai riwayat yang panjang namun bisa disingkat saat beliau duduk dipemerintahan yakni sebagai :

- Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia (1999-2000)
- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia (2001-2004)
- Wakil Presiden RI (2004-20 Oktober 2009)

Dan pada 8 Juli 2009 beliau maju sebagai calon presiden dengan menggandeng Bp. Wiranto.

Ketiganya sudah tercatat dalam sejarah sebagai orang yang pernah maju sebagai calon presiden untuk mengabdikan hidupnya dengan cara menyemarakkan Pemilu Presiden 2009. Walaupun hanya satu yang terpilih, pastilah pengabdian kepada rakyat bagi yang tidak terpilih akan terus berjalan dan tidak akan luntur.