Kamis, 25 Maret 2010

MAKAN DENGAN MENGGUNAKAN DUA SENDOK


Pernahkah Anda melihat orang yang makan nasi dengan dua sendok, satu ditangan kanan dan satu ditangan kiri? Terus terang saya belum pernah melihat. Seandainya ada yang makan dengan menggunakan dua sendok seperti itu, pastilah repot sekali dan sangat memalukan jika dilakukan ditempat umum seperti di restoran atau pesta. Walaupun apa yang dilakukannya tidak mengganggu orang-orang yang ada di sekitarnya.

Apa yang saya katakan tadi hanyalah merupakan pengibaratan saja dari adanya rencana ILGA ke-4 yang rencananya di selenggarakan di Surabaya 26-28 Maret 2010. Namun sampai tulisan ini diterbitkan belum ada izin dari pihak berwenang karena dikhawatirkan adanya gangguan kamtibmas karena kelompok Islam pada umumnya menolak ILGA.

ILGA sudah 3 kali mengadakan pertemuan. Konferensi regional pertama diselenggarakan di Mumbai, India Tahun 2002. Kemudian diadakan di Cebu, Filipina, 2005. Konferensi ketiga dilaksanakan tanggal 24-27 Januari 2008 di Chiang Mai, Thailand.


Kembali ke sendok, orang yang masih waras jalan pikirannya tentu akan makan dengan menggunakan satu sendok saja atau sendok dan garpu. Fungsi sendok dan garpu mempunyai fungsi sendiri yang saling melengkapi. Untuk menusuk daging tentu menggunakan garpu bukan sendok. Untuk mengambil kuah dengan menggunakan sendok bukan dengan garpu.

Pengibaratan yang sederhana tentu akan menjadikan kita lebih paham tentang kenapa Tuhan menciptakan ADAM dan HAWA.

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.(QS.Az-zukhruf: 12)

Senin, 22 Maret 2010

MENCARI KEJUJURAN LEWAT HIPNOTIS

Sore hari menjelang acara Uya Emang Kuya saya sudah standby di depan layar televisi SCTV. Ada yang menarik dalam acara itu. Selain sulap, acara hipnotis untuk mendapatkan kejujuran dari seseorang yang terkadang membuat saya geli melihat begitu polosnya orang yang dihipnotis Uya mengutarakan isi hatinya. Terkadang saya berandai-andai, sekiranya saya yang dihipnotis, wah... bisa berabe...terbongkar semua... Tidak heran banyak yang pergi begitu Uya mendekati kerumunan orang karena mereka takut berbicara jujur.

Memang ada istilah jujur hancur, tapi dengan hipnotis ala Uya seseorang bisa berkata jujur yang kejujuran itu kadang membuat orang itu lega walaupun ujung-ujungnya hancur.

Memang sudah lama ada dalam benak saya ketika muncul acara hipnotis dari Romy Rafael (yang hipnotisnya menyuruh orang melakukan hal-hal lucu yang tidak lazim) tentang hipnotis yang bisa digunakan untuk menggali isi hati dan pikiran seseorang. Ternyata apa yang saya pikirkan telah muncul dalam acara Uya Emang Kuya. Yang membuat saya terus menonton acara itu karena ingin tahu hal-hal lucu yang kadang tidak diungkapkan oleh seseorang karena sifatnya yang suka menyimpan sendiri isi hatinya.

Jika target Uya adalah masyarakat umum , apakah para politisi dan pejabat publik kita mau dihipnotis ala Uya Emang Kuya?