Sabtu, 27 Februari 2010

JANGAN BELENGGU KEBEBASAN BERINTERNET

Di negara yang menganut demokrasi, seharusnya internet tidak dianggap bahaya laten yang harus diawasi siang-malam untuk disensor mana konten yang sepaham dengan kemauan pemerintah dan mana yang tidak. Biarlah masyarakat yang menilai sendiri konten-konten di internet. Sekiranya masyarakat tidak suka tentu ditinggalkan konten-konten tersebut dan memilih konten yang sehat sesuai kebutuhannya. Janganlah masyarakat dianggap bodoh tidak tahu mana yang baik dan buruk.

Sering kali kiblat yang digunakan untuk membelenggu kebebasan berinternet adalah negeri Cina. Disana internet diawasi, dan setiap orang yang memiliki situs wajib lapor. Tentu tujuan pemerintah Cina jelas politik. Indonesia yang sudah memasuki era demokrasi tentu tidak perlu takut hal-hal bersifat politik praktis semacam itu. Namun justru menjadikan internet sebagai media untuk menyebarluaskan demokrasi agar bisa lebih maju lagi.

Sikap larang-melarang seharusnya ditinggalkan. Pemerintah seharusnya memilih untuk melakukan distribusi situs-situs berdasar isi konten untuk siapa. Konten dewasa seharusnya hanya untuk orang dewasa, sedangkan anak-anak mendapat konten sendiri sesuai usianya. Apalagi sekarang sudah banyak program-program untuk memfilter situs-situs tertentu agar tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Seperti pakai Linux Sabili. Sehingga situs-situs yang mengarah pada perpecahan umat manusia berdasar suku, agama, ras, antar golongan dan situs dewasa bisa difilter dengan program khusus. Sehingga tidak ada yang harus masuk penjara gara-gara membuat situs, mengakses situs, atau menulis blog dan email di internet.

Intinya mulai sekarang internet sehat harus menjadi program yang diutamakan dari pada membelenggu kebebasan berinternet dengan ancaman hukuman yang ujung-ujungnya masyarakat enggan menyentuh teknologi yang sangat bagus hanya karena takut masuk penjara.

Kamis, 18 Februari 2010

WASPADA PENIPUAN LEWAT PONSEL

Sudah sering saya menerima SMS notifikasi yang isinya bahwa saya memenangkan undian. SMS itu dikirim oleh seseorang yang mengaku dari operator telepon seluler. Bagaimanapun juga tetap ketahuan bahwa itu SMS penipuan. Dari nomor ponsel yang digunakan untuk mengirim SMS jelas bukan nomor khusus dari operator seluler. Kalaupun di bawah pesan terdapat nomor khusus operator, itupun hasil ketikan tangan dari si penipu. Saya ambilkan tiga contoh SMS yang pernah saya terima.

SMS ini dikirim dari nomor 087842716878, bunyinya:

(--pesan asli--) Selamat!!Anda Mdptkn Hadiah Cek/Rp=15jt dr XL 'TARIF'MURAH edisi/2009. U/Info hub: Drs.ILHAM SUJANA 081934450666 Izin Depsos/Ri/162/v/sav/2009

Dari nomor 085697467054, bunyinya:
PEMBERITAHUAN PT.TELKOMSEL. Selamat. No:Anda mendapatkan 'CEK tunai,Rp.75jt No. seri:"00159537" U/info hubungi: 021-45508333. Panitia "Promosi" Drs. H. Sukardi.SE.


Dari nomor 085299611215, bunyinya:
TELKOMSEL U/pemilik no 081328348XXX 081251507XXX Berhak men-dpt HADIAH pin 77EK U/info hubungi: H. KOMARUDDIN 081241133161 Pengirim: +116

Sebenarnya SMS itu sekedar umpan saja. Selanjutnya si Penipu memberi nomor yang siap dihubungi sehingga pulsa ditanggung kita sendiri. Si penipu bebas menyetir kita disuruh ini dan itu. Biasanya si penipu meminta voucher pulsa sebanyak 5 lembar @Rp100 ribu atau meminta nomor rekening bank. Menurut saya model penipuan semacam itu sudah kedaluarsa. Tidak perlu ditanggapi. Namun yang jadi masalah, ketika kebutuhan hidup datang, tiba-tiba ponsel berdering yang ternyata berisi sms dapat hadiah uang atau mobil, maka dengan mudah si penipu menghipnotis korbannya. Maka waspadalah, jangan mudah tergiur iming-iming hadiah jutaan atau mobil bagaimanapun mendesaknya kebutuhan hidup kita. Jika menerima SMS semacam itu sebaiknya abaikan saja atau hubungi customer service operator seluler lewat ponsel Anda untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya. apakah Anda punya pengalaman yang sama mendapatkan SMS semacam itu?

LAGI BOHONG BY MARVELLS
download

Masukkan Code ini K1-82566Y-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Jumat, 12 Februari 2010

HITAM PUTIH FACEBOOK

Situs Facebook buatan Mark Elliot Zuckerberg ini memang luar biasa. Banyak orang yang menggunakan situs ini untuk berbagai keperluan. Dari sekedar perkenalan hingga menjadi ajang kampanye calon presiden untuk memenangkan pemilu. Tapi ada satu hal yang membuat Facebook begitu mengkhawatirkan, yakni aksi kejahatan dengan dalih perkenalan. Kejahatan yang dimaksud tentu beragam. Dari kejahatan identitas palsu, tulisan yang tidak sepantasnya, promosi barang haram, prostitusi, dll. Pada waktu yang lalu Bhatsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur di Kediri tanggal 20-21 Mei 2009 telah mengharamkan Facebook karena dianggap sebagai ajang yang melanggar norma agama. Namun banyak orang yang beranggapan bahwa Facebook sebagai hasil teknologi bersifat netral. Ibarat pisau, jika ditangan juru masak akan menghasilkan hidangan yang lezat. Tapi jika ditangan perampok akan menjadi malapetaka. Jika pelarangan atau pengharaman Facebook berujung pada pemblokiran, misalnya, maka akan terjadi hubungan yang tidak baik antara Indonesia dan negeri dimana Facebook berasal,Amerika.

Baru-baru ini di televisi memang marak diberitakan adanya orang hilang akibat perkenalan lewat Facebook. Karena itu muncul pandangan negatif bahwa Facebook banyak merugikan terutama bagi anak-anak. Pandangan seperti itu seharusnya tidak ada selama orang menganggap bahwa Facebook sebagai alat komunikasi yang mampu meningkatkan kwalitas diri, keimanan dan hubungan sosial yang positif.

Memang saatnya pengguna Facebook harus lebih bijak dalam menjalin komunikasi dengan rekan Facebooknya. Dalam buku Facebook: Sebelah Surga Sebelah Neraka karya Yanuardi Syukur, beliau menganjurkan agar Facebook dijadikan sarana dakwah,yakni silaturrahmi yang meningkatkan kwalitas keimanan, kepribadian, hubungan sosial dan spiritual. Dengan petunjuk buku itu diharapkan akan menghilangkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang maksudnya baik tapi justru merugikan pengguna Facebook khususnya dan internet pada umumnya. Kebijakan itu seperti RPM KONTEN MULTIMEDIA yang sangat meresahkan, yang bagi saya membuat kehilangan mood untuk menulis disini.

Bagaimana Facebook kedepannya? Memang sebagai situs dewasa, anak-anak dibawah 18 tahun dilarang mengakses Facebook. Baik lewat ponsel, laptop maupun komputer. Ponsel untuk anak-anak sebaiknya yang berfitur sederhana, cukup untuk komunikasi dan sms. Pihak sekolah seharusnya melarang ponsel internet dibawa murid ke sekolah. Sedangkan laptop dan komputer sebaiknya milik keluarga, bukan khusus untuk anak. Sehingga orang tua bisa melihat apa yang dilakukan anak dengan laptop maupun komputer keluarga. Namun jika memang anak-anak membutuhkan Facebook untuk keperluan pertemanan, mungkin perlu Facebook kids khusus untuk anak-anak agar tidak bercampur dengan komunitas orang dewasa. Nah, apakah Mark Elliot Zukerberg mau membuatkannya?

MY FACEBOOK BY GIGI
download