Situs Facebook buatan Mark Elliot Zuckerberg ini memang luar biasa. Banyak orang yang menggunakan situs ini untuk berbagai keperluan. Dari sekedar perkenalan hingga menjadi ajang kampanye calon presiden untuk memenangkan pemilu. Tapi ada satu hal yang membuat Facebook begitu mengkhawatirkan, yakni aksi kejahatan dengan dalih perkenalan. Kejahatan yang dimaksud tentu beragam. Dari kejahatan identitas palsu, tulisan yang tidak sepantasnya, promosi barang haram, prostitusi, dll. Pada waktu yang lalu Bhatsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur di Kediri tanggal 20-21 Mei 2009 telah mengharamkan Facebook karena dianggap sebagai ajang yang melanggar norma agama. Namun banyak orang yang beranggapan bahwa Facebook sebagai hasil teknologi bersifat netral. Ibarat pisau, jika ditangan juru masak akan menghasilkan hidangan yang lezat. Tapi jika ditangan perampok akan menjadi malapetaka. Jika pelarangan atau pengharaman Facebook berujung pada pemblokiran, misalnya, maka akan terjadi hubungan yang tidak baik antara Indonesia dan negeri dimana Facebook berasal,Amerika.
Baru-baru ini di televisi memang marak diberitakan adanya orang hilang akibat perkenalan lewat Facebook. Karena itu muncul pandangan negatif bahwa Facebook banyak merugikan terutama bagi anak-anak. Pandangan seperti itu seharusnya tidak ada selama orang menganggap bahwa Facebook sebagai alat komunikasi yang mampu meningkatkan kwalitas diri, keimanan dan hubungan sosial yang positif.

Memang saatnya pengguna Facebook harus lebih bijak dalam menjalin komunikasi dengan rekan Facebooknya. Dalam buku Facebook: Sebelah Surga Sebelah Neraka karya Yanuardi Syukur, beliau menganjurkan agar Facebook dijadikan sarana dakwah,yakni silaturrahmi yang meningkatkan kwalitas keimanan, kepribadian, hubungan sosial dan spiritual. Dengan petunjuk buku itu diharapkan akan menghilangkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang maksudnya baik tapi justru merugikan pengguna Facebook khususnya dan internet pada umumnya. Kebijakan itu seperti RPM KONTEN MULTIMEDIA yang sangat meresahkan, yang bagi saya membuat kehilangan mood untuk menulis disini.
Bagaimana Facebook kedepannya? Memang sebagai situs dewasa, anak-anak dibawah 18 tahun dilarang mengakses Facebook. Baik lewat ponsel, laptop maupun komputer. Ponsel untuk anak-anak sebaiknya yang berfitur sederhana, cukup untuk komunikasi dan sms. Pihak sekolah seharusnya melarang ponsel internet dibawa murid ke sekolah. Sedangkan laptop dan komputer sebaiknya milik keluarga, bukan khusus untuk anak. Sehingga orang tua bisa melihat apa yang dilakukan anak dengan laptop maupun komputer keluarga. Namun jika memang anak-anak membutuhkan Facebook untuk keperluan pertemanan, mungkin perlu Facebook kids khusus untuk anak-anak agar tidak bercampur dengan komunitas orang dewasa. Nah, apakah Mark Elliot Zukerberg mau membuatkannya?
MY FACEBOOK BY GIGI
0 komentar:
Posting Komentar